Macam macam model Akuaponik

Akuaponik merupakan sistem tanam hidroponik yang kelangsungan hidupnya bersama  dengan pembesaran ikan di kolam (akuakultur). Akuaponik hadir sebagai solusi akan semakin berkurangnya lahan budidaya khusunya di daerah perkotaan, dengan sistem akuaponik panen ikan dan sayuran dapat dilakukan sekaligus. 

Ada berbagai macam model akuaponik yang bisa dibuat. Namun sebenarnya sistem akuaponik memiliki prinsip dasar sirkulasi air, yaitu tanaman yang dibudidayakan di atas kolam memanfaatkan air limbah budidaya ikan yang mengandung zat hara yaitu Nitrat dari hasil pembuangan ikan sebagai pupuk alami yang menyuburkan tanaman.

Berikut ini membahas beberapa model akuaponik yang banyak digunakan sebagai acuan pilihan untuk mulai akuaponik.

1. Akuaponik Tunggal DFT

Model akuaponik tunggal DFT (Deep Flow Technique) bekerja dengan mengalirkan air dari kolam semi permanen atau permanen bagian bawah menuju ke pipa tanam sayuran yang ada di bagian atasnya. Selanjutnya air kembali mengalir ke kolam terpal. Aliran air bisa dibantu dengan pompa air atau sejenisnya. kelemahan pada model ini harus memakai ikan yang tidak memiliki kotoran yang banyak seperti ikan nila,ikan gurameh dan ikan hias.

2. Akuaponik rakit apung

Model akuaponik rakit apung dibuat dengan menanam sayuran diatas permukaan air. Tanaman bisa ditanam di dalam pipa, pot, botol mineral ,atau talang air  yang diberi rockwool  atau arang aktif untuk tempat tumbuh. Akar tanaman akan terapung atau terendam dalam bak penampung yang berisi ikan. Kekurangan model ini harus membersihkan air kolam nya agar tidak terlalu banyak kotoran dalam air yang nanti nya akan membuat kematian pada ikan,dalam sisi lain sayuran tumbuh subur.

3. Akuaponik filter

Dari macam macam model akuponik yang satu ini lebih rumit tetapi hasilnya pun memuaskan. Akuaponik filter yaitu menitik beratkan pada filterisasi kotoran kotoran yang ada di kolam untuk di ubah menjadi nutrisi yang sehat untuk tanaman. Kalo sudah membaca artikel yang sebelumnya, yang membahas tentang amonia di ubah oleh nitrit yang menghasilkan nitrat maka di model ini lah kita memfokuskan nitrat yang berkualitas. Jadi media tanam nya di lakukan di tempat yang berbeda, dalam pengairanya air dari dasar kolam di alirkan kedalam tong pertama yang berfungsi mengendapkan kotoran kasar,nah kotoran yang mengendap bisa di gunakan untuk pupuk tanaman yang di tanam di tanah , lalu air yang jernih hasil dari pengendapan di salurkan ke tong kedua yaitu tempat berkembang biaknya bakteri Nitrit ,setelah bakteri Nitrit bekerja yang menghasilkan Nitrat maka bisa di salurkan kedalam wadah sayuran, setelah kandungan Nitrat di serap air tersebut kembali lagi ke kolam pembesaran ikan dan seterusnya.

Setelah membaca beberapa macam model akuaponik di atas, tidak harus sama seperti yang sudah di atas , sudah banyak beberapa model yang sudah di kembangkan tetapi tidak lepas dengan sistem yang sama seperti di atas hanya mengganti atau memodifikasi bahan bahan alternatif serta menyesuaikan pada tempat. Maka jangan berhenti untuk berkreasi ya ……..

Tunggu uploade an selanjutnya… Tetap di DUNIA AQUAPONIK

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai